Minggu, 04 Maret 2012

my life :): cute love story.. this is i want with him (ɔ ˘⌣˘)˘...

my life :): cute love story.. this is i want with him (ɔ ˘⌣˘)˘...: *i get this pict from HJ :)*...

my life :): Love Love Love (з´⌣`ε) ♥

my life :): Love Love Love (з´⌣`ε) ♥: thing LOVE about YOU ! - is not enough, i love everything about you .. - you never fail to make me smile and laugh .. - the way you can ...

Jumat, 23 Desember 2011

somebody help. I need to make my mind calm.
there are many problems happened last time .. it happened bcos of my fault .. I was too stupid .. and now I've got the result . sebenernya gak tau juga mesti gimana ngebalikin kepercayaan mereka .. terlalu bodoh , ngga mikir panjang buat apa yang di lakuin..

Dad , here's Your daughter, give me your way to make them believe in things that I do . don't let them have negative thoughts of me .. I'm promise I won't do that things again .. erase every disappointment in their heart .. make them sure that I've regret and I won't do that again ..
kalo aja bisa puter waktu, gak akan ngelakuin hal bodoh kaya gitu.. lakuin apa yang baik sekarang, daripada nyesel nantinya ..

Sabtu, 22 Oktober 2011

swear it again :D


I'm never gonna say goodbye
Cos I never wanna see you cry
I swore to you my love would remain
And I swear it all over again and I
I'm never gonna treat you bad
Cos I never wanna see you sad
I swore to share your joy and your pain
And I swear it all over again



if i had the chance to marry someone right now, it would be you. you insist that you’re not a perfect boyfriend, but for me, you are. you know my ups and downs. you never get tired of listening to my complaints. i feel safe with you, and believe me, it’s so rare that i feel safe with someone.

with you, it seems that life is easier to understand. you know how to calm me when i’m mad. your personality makes any girl fall for you in an instant and i’m extremely afraid that someone else, someone better and less complicated, would take you away from me. on the other hand, your soothing words make it easy for me to believe that i’m the only one you love. there’s a certain sincerity within you when you talk to me. when i hear your voice, i stop wondering if everything you’re saying is the truth.

i trust you. that’s the most important of all. all secrets revealed, no lies said. you’re different from all the guys out there. i know that you wouldn’t fail me. and i hope i’m right this time.

it's because of you


you change my world & my life :) i love you ♥!!

Sabtu, 02 Juli 2011

cinta ga harus memiliki kok :)

Putri adalah gadis 18 tahun, yang sebentar lagi akan menginjak bangku kuliah, Putri bersahabat dengan Gibran, dimana ada Putri pasti disitu ada Gibran. Putri temasuk anak yang kuper, dia gak punya banyak teman, teman yang paling dekat dengan dia Cuma Gibran, Putri juga punya sifat pelupa, bahkan saking pelupanya, teman- temannya menjuluki Putri Miss Pikun, kasihan Putri, tapi justru disaat- saat seperti itulah Gibran selalu ada disamping Putri, dan bagi Putri Gibran adalah malaikat pelindungnya.Putri dan Gibran lulus sekolah, mereka berencana mengambil kampus dan jurusan yang sama, Gibran emang gak mau pisah dengan Putri, begitupun dengan Putri.Putri menjelma menjadi gadis dewasa yang cantik dengan rambut panjang yang indah, Gibran juga punya wajah yang lumayan, tapi karena Gibran hobi dan sering baca, gak heran kalau disaat masih muda Gibran sudah pakai kacamata.Hari ini Putri dan Gibran mengikuti MOS (Masa Orintasi Kampus), Kegiatan ini berjalan 3 hari, Putri yang masih kuper, ketakutan saat hari pertama berangkat ke Kampus, “Ma.. Putri masuknya pas kuliah aja ya Ma, Please….”Ujar Putri ke Mama. “Kamu apa- apaan sich Put? Ingat kamu bukan anak- anak lagi.”Ujar Mama, “Iya Ma, Putri tahu, tapi Putri gak siap di kerjain sama senior kampus.”Ujar Putri, “Tapi Put, kamu gak boleh begitu, kamu itu harus….”disaat Mama ngomelin Putri, Tiba- tiba, “Tante, Putrinya ada?aku mau berangkat ke kampus bareng ma Putri boleh kan Tante?”Tanya Gibran, “Kebetulan kamu datang, tolong kamu bujuk tuch si Putri, masa dia takut di kerjain sama senior, kapan dewasanya tuch anak.”Ujar Mama. Gibran pun pergi ke kamar Putri, “Putri, ke kampus bareng yuk…”ajak Gibran, “Gak, kamu aja, aku masuk minggu depan aja.”Ujar Putri. “Koq gitu?kamu takut dikerjain sama senior ya?”Tanya Gibran,Putri mengangguk, “Kan ada aku, aku bakal jagain kamu, sahabatku.”Ujar Gibran, Putri yang semula malas- malasan langsung bangkit dari tempat tidur. “Bener nich? Kamu bakal jagain aku dari senior- senior?”Tanya Putri, “Iya, ketakutan kamu berlebihan, terlalu banyak nonton sinetron sich…”Ujar Gibran, “Ehmm.. oke dech, aku mandi dulu habis itu kita berangkat, ok?”ujar Putri bersemangat.”Siip…”Ujar Gibran. Mereka pun sampai di Kampus, karena jam masuk kuhus anak MOS jam 9 pagi, jadi Putri dan Gibran pun makan di kantin, “Put, kamu gak bawa bekal?”Tanya Gibran, “Emang aku anak kecil apa?”ujar Putri, “Kamu kan emang anak kecil…”Ujar Gilang sambil menggoda Putri. tiba- tiba, “Heh.. anak baru,ngapain lo di kantin berduaan hah?”Tanya Rangga, “Siapa lo?jangan gangguin Putri, awas lo.”Ujar Gibran, “Siapa yang godain, mana ada sich cowok yang mau ma cewek dengan dandanan yang enggak banget gini, lo aja yang norak mau ma cewek kampung begini.”Ujar Rangga, “Apa lo bilang?gue cewek kampung?lo tuch cowok kampung gak tahu diri.”Ujar Putri sambil menyiram air ke wajah Rangga, “Dasar cewek kampungan lu, Awas lo.”Ujar Rangga sambil membersihkan wajahnya dengan sapu tangan.”Siapa sich tuch cewek, anak baru aja belagu, awas ntar ketemu gue.”Batin Rangga.Sejak saat itu, Rangga dan Putri jadi musuh bebuyutan, Putri benci Rangga karena cowok itu sombong…. Banget, Rangga juga benci sama Putri hanya karena dia pernah di siram air sama Putri, “Lo benci sama Putri ya?”Tanya Devan sahabat Rangga, “Bukan hanya benci tapi gue sebel banget ma cewek kampung itu.”Ujar Rangga, “Jangan benci lo, ntar lo malah suka ma dia.”Ujar Devan, “Suka, ih…kalo lu suka ma tuch cewek kampung, untuk lo aja, gue ikhlas, ikhlas banget malah, Haha…”Ujar Rangga sambil tertawa.Di taman kampus, “Put, lo benci ma Rangga ya?”Tanya Gibran, “Benci… banget malah, kenapa lo Tanya gitu sich?”Tanya Putri, “Ntar lo suka lagi ma dia.”Ujar Gibran, “Ih.. najis lah yauw…dia bukan tipe gue, tipe gue itu sebenarnya kan….”Ujar Putri, “Sebenarnya apa Put?”Tanya Gibran, “Ehmm.. enggak lupain aja.”Ujar Putri.Di kamar Putri lagi asyik nulis Diary, “Salah gak sich kalo gue suka ma sahabat gue sendiri?”, tiba- tiba, “Put….Gibran tuch di teras nungguin kamu.”Ujar Mama, Putri pun berlari ke teras, “Gibran…ngapain lo disini?”tanya Putri, ‘‘Keluar yuk Put, ada yang mau aku omongin sama kamu.”Ujar Gibran, “Ok.Ma… Putri keluar sebentar ma Gibran ya…”Teriak Putri dari teras, “Iya..pulangnya jangan malam- malam ya..”Ujar Mama, “Ok ma…”Ujar Putri sambil menggandeng tangan Gibran, “Put, jangan gandeng- gandeng tangan ku lagi ah..’’ Ujar Gibran, “Loh, emang kenapa?lo kan sahabat gue.”Ujar Putri, “Iya gue tau, tapi kalo dilihat gebetan gue gimana?”Tanya Gibran, “Gebetan?siapa?”Tanya Putri, “Lo tenang aja, ini gue mau kenalin lo ma gebetan gue.”Ujar Gibran,”Koq, lo gak bilang sich?kan gue belom siap.”Ujar Putri, “Emang lo mesti siap ya, baru bisa gue kenalin ke gebetan gue?”Tanya Gibran, “Bukan gitu tapi…..”Ujar Putri.Gibran dan Putri pun sampai di taman, “Nadia, kenalin nich sahabat gue, Putri.”Ujar Gibran, Putri dan Nadia pun berkenalan,Sejak saat itu Nadia dan Putri dekat, tapi enggak dengan Gibran.Malam ini, Putri lagi baca buku di kamarnya, tiba- tiba Gibran sms Putri, “Put, gimana lo udah kenal dengan Nadia kan? Dia cantik kan?tolong bantu gue ya Put, gue sayang ma dia, Please… ntar kalo gue dah jadian ma dia, kamu aku teraktir dech,kamu emang sahabat ku yang paling… baik.” Putri masih membaca isi sms Gibran, “Kenapa sich lo gak tahu isi hati gue?lo bilang lo sahabat gue, tapi kenapa lo gak bisa ngerasain apa yang gue rasain….”Teriak Putri, “Putri, kamu kenapa nak?’’Ujar Mama, “Enggak apa- apa ma, Putri lagi latihan drama.’’Ujar Putri berbohong, “Sejak kapan, anak jurusan ekonomi latihan drama, huft.. ada- ada aja tuch anak.”Ujar Mama.Sejak saat itu, hari- hari Putri semakin kelabu, di tambah lagi ulah Rangga yang buat Putri sebel setengah mati, tuch cowok hobi… banget ngerjain Putri, setiap hari ada aja ulahnya, naruh kulit pisang di lorong kampus, hingga Putri kepeleset, belom lagi dia sering bilang Putri cewek kampung,pokoknya hari- hari Putri benar- benar stress di buat si Rangga itu.Belum lagi Gibran yang malah pindah jurusan mengikuti jurusan pacarnya, Putri benar- benar merasa kesepian.Hari ini, Pulang kuliah Putri berjalan gontai, “Put… kenapa lo?jalan lo kayak orang yang kekurangan gizi gitu.”Ujar Rangga, “Bukan urusan lo.”ujar Putri, tiba- tiba Putri merasa matanya berkunang- kunang, dan Putri Pingsan, Rangga langsung membawa Putri ke Rumah sakit, “Gimana keadaan teman saya dokter?”Tanya Rangga, “Dia stress, mungkin dia banyak pikiran, kamu tahu penyebab dia stress?”Tanya Dokter, Rangga menggeleng. Gak lama Putri pun siuman, “Kamu, ku antar pulang ya.”Ujar Rangga, “Kenapa aku ada disini?”Tanya Putri, “Lo pingsan, tadi.”Ujar Rangga sambil memapah tubuh Putri untuk masuk ke mobil.Di Mobil, “Lo banyak pikiran ya?apa sich yang lo pikirin?ulah gue?gue Cuma becanda aja koq.”Ujar Rangga, “Hmmm….bukan lo, gue gak perduli lo mau ganggu hidup gue terus atau enggak itu bukan urusan gue,gue Cuma mikirin perasaan gue sama seseorang.”Ujar Putri, Deg…” “Kenapa nich hati gue?”Batin Rangga, “Emang lo punya perasaan ma siapa sich? Ma gue ya…Hahaha….”Ujar Rangga mencoba menghibur dirinya, “Ama lo?ih.. amit- amit..”Ujar Putri, Dan entah kenapa hati Rangga semakin gak nyaman, Rangga menyetir dengan kecepatan tinggi, “Rangga, koq ngebut sich?lo mau bunuh diri ya? Kalo lo mau bunuh diri gue gak mau ikutan, turunin gue disini aja.”Ujar Putri, tapi Rangga gak perduli dia terus melaju dengan kecepatan tinggi, “Rangga….”teriak Putri.Esoknya, Rangga gak datang ke kampus, teman- teman Rangga yang biasanya nongkrong di kantin, malah mencar entah kemana, Sementara itu Gibran putus dengan pacarnya, Gibran pun langsung pergi ke rumah Putri untuk curhat, “Tante, Putrinya ada?”Tanya Gibran, “Gibran, kamu kemana aja sich?kamu adah jarang main kesini.”Ujar Mama Putri, “Iya, Maafin Gibran ya Tante, Gibran lagi sibuk nich.”Ujar Gibran, “Oh.. gitu, saking sibuknya, kamu gak tahu kalau Putri kecelakaan.”Ujar Mama Putri, “Putri kecelakaan tante?”ujar Gibran, “Tuch Putri di kamar, oh ya Rangga masih di ICU, dia koma.”Ujar Mama Putri, “Rangga? Loh apa hubungannya Rangga dengan Putri tante?”Tanya Gibran, “Tante, juga gak tahu, yang pasti pas kecelakaan itu, Rangga mau nganter Putri pulang ke rumah, biasanya kan kalian pulang bareng, tapi karena kamu gak ada Rangga menawarkan Putri untuk di antar pulang, dan.. kamu bisa lihat sendiri keadaan putri.”Ujar Mama Putri. Gibran pun menjenguk Putri di kamarnya, “Put…gimana kondisi kamu?”Tanya Gibran, “Untuk apa kamu kesini, aku pikir kamu lupa sama aku, aku pikir di pikiran mu Cuma ada Nadia, pacar baru kamu itu.”Ujar Putri, “Kamu cemburu ya?” Tanya Gibran, “Menurut kamu?”Tanya Putri, “Udah aku mau istirahat, kamu pulang aja.”Ujar Putri, “Put, emang aku salah jadian sama Nadia?”Tanya Gibran, Putri gak menjawab, “Aku mau istirahat, kamu pulang aja.”Ujar Putri, “Tapi Put, aku sama Nadia udah…”Ujar Gibran, “Gue lagi malas dengar curhat lo.”ujar Putri.Gibran pun keluar dari kamar Putri.Di Rumah sakit, “Dokter, gimana keadaan anak saya?”Tanya Mamanya Rangga, “Anak ibu baik- baik saja, operasi lututnya berjalan lancar, dia Cuma butuh pakai tongkat selama satu bulan, setelah itu, Insya Allah kakinya akan kembali seperti semula.”Ujar Dokter.”Oh ya Bu, Putri itu siapa ya?”Tanya dokter, “Putri?gak tahu dokter, mungkin temannya Rangga.”Ujar Mama, “Ehm.. teman special mungkin, soalnya Rangga sering menyebut nama Putri selama dia koma 3 hari.”Ujar Dokter.Sudah seminggu ini, Putri mengurung dirinya di kamar, “Aku harus melupakan Gibran, dia sahabat ku.Aku gak boleh memendam perasaan ini terlalu dalam untuknya, lagi pula cinta itu kan gak harus memiliki, mungkin Gibran hanya bisa jadi sahabat untukku.”Batin Putri.Tiba- tiba telepon di rumah Putri berbunyi, “Putri, ada telepon nak dari rumah sakit.”Ujar Mama, “Iya, Ma…”ujar Putri, “Halo….”ujar Putri, “Putri, ini Tante Tia Mamanya Rangga, kamu bisa ke rumah sakit?tante mau kamu menjenguk Rangga, dia menyebut- nyebut nama kamu terus, please nak… kamu jenguk Rangga ya.. sebentar lagi dia harus di operasi.”Ujar Mamanya Rangga, “Iya tante, Putri ke sana sekarang.”Ujar Putri.Sesampainya di Rumah sakit, Putri pun melihat keadaan Rangga, “Maaf, Mas Rangga nya harus di bawa ke ruang operasi sekarang.”Ujar Suster, Putri dan Mamanya Rangga pun ikut mengantarkan Rangga ke ruangan operasi, “Makasih kamu udah mau datang ya.”Ujar Mamanya Rangga, “Maaf tante, kalau saya boleh bertanya, tante tahu saya dari mana ya?”Tanya Putri, “Rangga pernah cerita sama tante, kalau dia suka sama seorang gadis,namanya Putri.dan menurut Rangga, hidupnya berubah semenjak kenal sama kamu put.”Ujar Mamanya Rangga, “Apa tante?Rangga suka sama Putri?gak mungkin tante, Selama di kampus Rangga selalu gangguin Putri, dan putri tuch sebenarnya sebel sama Rangga, pas pulang kuliah, Putri lagi gak enak badan, dan entah kenapa gak ada angin gak ada hujan, Rangga menawarkan mobilnya untuk mengantar Putri, dan kecelakaan itu pun terjadi, dan yang pasti Rangga gak pernah mengungkapkan isi hatinya ke Putri, tante.”Ujar Putri mencoba menjelaskan panjang lebar sama Mamanya Rangga. “Tante tahu, siapa Rangga.Dia itu anak tunggal tante, memang begitu cara Rangga mencari perhatian orang yang dia sayang,maklum dia Cuma bisa curhat ke Tante, tapi khusus untuk kamu, dia selalu gambar wajah kamu di kanvas, Rangga pernah bilang dia akan melukis wajah 2 orang yang paling ia sayang, yaitu Tante, dan seseorang yang ia sayang, dan ternyata dia melukis wajah kamu, kalau kamu gak percaya, kamu ikut ke ruangan Rangga, kamu bisa lihat betapa banyak gambar kamu di kertas maupun di kanvas, ayo nak.”Ujar Mamanya Rangga.Putri terkejut melihat lukisan- lukisan Rangga, Lukisan itu semuanya gambar dirinya.Setengah jam kemudian, operasi pun selesai,tapi nyawa Rangga gak bisa di selamatkan,Rangga pun meninggal.Putri pergi ke pemakaman Rangga, dan kembali ke rumah Rangga untuk mengambil barangnya yang tertinggal di rumah Rangga, “Put, kesini sebentar nak.”Ujar Mamanya Rangga, Putri pun mengikuti Mamanya Rangga ke kamar Rangga, “Tante, dapat surat di laci nya Rangga, kamu baca ya Put, sepertinya surat ini untuk kamu.”Ujar Mamanya Rangga.Putri pun membaca surat dari Rangga,“Put, mungkin sampai kapan pun kamu gak ‘kan pernah baca surat ini, ini surat pertama ku untuk seorang cewek, kamu tahu aku belum pernah merasakan jatuh cinta, tapi entah kenapa aku malah merasakannya sama kamu, cara ku menyampaikan rasa memang salah, aku selalu gangguin kamu, tapi memang Cuma itu cara yang bisa ku lakukan untuk menyampaikan rasa ke kamu. Put aku sayang sama kamu, walaupun aku tahu rasa yang kamu miliki hanya untuk Gibran, sebenarnya aku marah sama Gibran karena dia gak pernah perduli dengan perasaan kamu, tapi aku gak bisa marah ke dia karena aku gak mau kamu dan Gibran tahu perasaanku sama kamu, mungkin memang cinta gak harus memiliki ya Put. Semoga kamu bahagia dan bisa mendapat seseorang yang jauh lebih baik dari Gibran.” RanggaPutri menangis membaca surat dari Rangga, memang Putri gak pernah ada rasa sama Rangga, tapi Putri gak nyangka kalau Rangga paham akan perasaannya sama Gibran, “tapi kenapa Gibran….”Batin Putri.”Put… benar kata Rangga, cinta itu memang gak harus memiliki, kamu bisa memilki aku sebagai sahabat mu, aku rasa itu jauh lebih berharga dari rasa cinta kamu ke aku.”Ujar Gibran, “Gibran, kamu disini?”Putri terkejut melihat Gibran di belakangnya, “Lucu ya, kamu punya rasa terpendam buat aku, sementara Rangga juga punya rasa yang terpendam sama kamu.”Ujar Gibran, “Jadi, kamu gak ada rasa sama aku?”Tanya Putri, “Put… apa rasa yang aku punya ke kamu sebagai seorang sahabat masih kurang?”Tanya Gibran, Putri menggeleng, “Benar kata Rangga,Cinta emang gak harus memilki.”Ujar Putri”. Gibran mengangguk,”Dan aku gak mau mengorbankan perasaan kita sebagai sahabat, hanya karena ada rasa cinta, kamu tetap bisa memiliki aku sebagai seorang sahabat, begitu juga aku.”Ujar Gibran, “Iya, dan satu hal yang aku petik dari rasa yanga aku miliki, bahwa cinta itu gak harus memiliki.”Ujar Putri, “Ok, cukup sedih- sedihnya, Ehmm.. Put, bantuin aku balikan sama Nadia ya?”Ujar Gibran, Putri tersenyum, “Kamu harus janji sama aku, gak kan pernah ninggalin aku sebagai sahabatmu.”Ujar Putri, “Oke, aku janji, kita akan terus bersahabat selamanya.”Ujar Gibran, “Tunggu apalagi, ayo kita ke rumah Nadia sekarang.”Ujar Putri sambil menarik tangan Gibran, “Tunggu dulu Put, aku belom siap- siap nich….”Teriak Gibran, tapi Putri gak perduli dia tersenyum sambil terus menarik tangan sahabatnya itu, “Putri…………..”Teriak Gibran.

Minggu, 22 Mei 2011

hey ya!!! :D

waaaaaaaaaaaaahhhhhhhh sudah lama sekali blog ini tidak di update =='

I'm back, but now I don't know what things should I post ==a
still not 100% understand about blogging .
hayaahh .

well, now I'm in 11th grade of vocational high school :P

terus, bingung deh ni mau post apa serius! =='

Jumat, 06 November 2009

about DAD

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,
menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya....

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai....
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar....
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret....

Ayah selalu tepat janji!
Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan....

Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu...


Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka... karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka...

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil(mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi....

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung
di atas air setelah ia melepaskanya....

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya... Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi....

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala...

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya...

Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.... Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup...

Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan...

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya....

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah...
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu...

Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill....*_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat....

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati...

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut....

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat...

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman... Siapa tahu kamu membutuhkannya....

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya....

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah...

Ayah itu murah hati.....Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.... .

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara..

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp-mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ...

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, “tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,,”tidak"

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin...

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi....

Ayah mengatakan ,, “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya....

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya....

Ayah mengira seratus adalah tip..

Seribu adalah uang saku..

Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...

Ayah tidak suka meneteskan air mata .....

ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya...

Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan....

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: “,,jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah kuberi padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :"jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN....

Sayangilah Ayahmu juga Ibumu..

Source :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2530575

mom

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.


Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak perempuan di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
“Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA


Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA


Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu

membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :
“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA


Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah

selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
“Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT


Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.

Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat

kondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di

sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk

menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :
“Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA



Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :
“Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM


Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud

membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku
“Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH



Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
“Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.



Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”



Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah- tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu- alasan untuk

meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas

apakah dia bahagia bila di samping kita.



Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..



Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” kemudian hari.

source :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2525285

Sabtu, 08 Agustus 2009

Peter dan Tina

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."

Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"

Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"

Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.


15:20 pm
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.



15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.


23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.


Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...


Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.